Ulangan Tengah Semester Membuat Perubahan
Pagi
ini hari pertama ulangan tengah semester atau yang sering disebut UTS. Ini
adalah UTS pertama ku di SMAN 5 Malang,
mata pelajaran hari ini adalah Bahasa Jepang dan Geografi. Pelajaran yang
lumayan membuat aku dan teman-teman belajar dengan keras. Aku dan teman-temanku
berangkat lebih awal, karena kita akan belajar bersama sebelum UTS dimulai.
Bel
masuk pun terdengar, semua teman-teman ku bingung mencari tempat duduk mereka
masing-masing. Ternyata aku duduk disebelah kakak kelas yang bernama Christianto
atau lebih dikenal dengan sebutan “Chris atau Qiqiz”. Dia itu cowok periang,
kocak, pintar, tapi juga suka mencontek, ya itu sudah hal yang wajar dikalangan
anak sekolah jaman sekarang termasuk aku.
Kami
pun mulai mengerjakan soal UTS yang telah dibagikan, untuk kelas sepuluh
pelajaran pertama adalah Bahasa Jepang, sedangkan untuk kelas sebelas pelajaran
pertama adalah Ekonomi. Tidak terasa waktu sudah berlalu sekitar satu jam.
Banyak teman-teman yang mulai bingung mencari jawaban ke teman yang lain. Ini
tidak hanya terjadi pada teman-temanku tetapi juga aku dan kakak kelasku,
termasuk Mas Chris.“Dek tolong panggil’in mbak sebelah kiri mu” kata Mas Chris “oh
iya mas” jawabku polos. Aku pun memanggil mbak itu, dan akhirnya mereka saling
menukar jawaban. Hal itu juga terjadi di pelajaran kedua, guru penjaga juga
tidak menyadari kalau kami menyontek mungkin hal itu karena cara menyontek kita
yang sangat baik, sebenarnya merasa berdosa kalau menyontek. Akhirnya UTS hari
ini pun selesai, aku pun segera pulang.
Sesampainya
dirumah aku cerita pada ibu kalau hari ini aku menyontek empat nomor, ibu
tersenyum. “Harusnya menyontek itu gak boleh, ya walaupun gak tau jawabanya lebih
baik ngarang dari pada nyontek, besok gak boleh nyontek lagi dari pada nilai
bagus tapi nyontek percuma” jelas ibu panjang lebar. “Iya bu iya, besok gak
nyontek lagi” jawabku dan langsung masuk ke kamar.
“Kalau
gak nyontek nanti dapet jelek, terus dapet ranking paling bawah aduh nanti malu
dong” aku mengomel-ngomel tidak jelas dikamar sambil memyiapkan buku pelajar
untuk UTS besok. Setelah selesai menyiapkan buku untuk belajar, aku menjemput
kakak sepupu ku yang akan mengajari aku unutuk UTS besok. Kami pun belajar
matematika dan sejarah, banyak hal yang aku kurang bisa dan akhirnya setelah
dibahas bersama aku mulai paham itu semua. “Vi selesai ya belajar nya” kata
Kakak sepupuku. “Oh iya mas, doa’in semoga besok lancar ya” “iya amin, tapi gak usah nyontek
loh yaa” kata kakak sepupuku “kalau itu
insya allah mas, hahaha” jawabku sambil ketawa.
Keesokan
harinya, aku bangun pagi-pagi dan segera bersiap-siap berangkat kesekolah.
Setelah sarapan aku segera berangkat ke sekolah.Seperti biasa aku dan beberapa
temnku belajar bersama sebelum UTS dimulai. “Via bisa trigonometri ??” tanya
salah satu temanku “Bisa sih tapi dikit” jawabku. Akhir kami pun saling
bertukar pikiran.
Setelah
itu kami segera memasuki ruang UTS, ya seperti kemarin aku duduk di sebelah Mas
Chris. “Dek pelajaran apa hari ini ??” tanya Mas Chris “matematika sama
sejarah, kalau mas ?” aku balik bertanya “kalau aku Bahasa Indonesia sama
geografi”. Hari ini penjaga UTS nya itu guru yang sering disebut “guru killer”
jadi sepertinya hari ini tidak ada kesempatan untuk menyontek. Pelajar pertama
ada salah satu temanku yang ingin menyontek tapi gerak-geriknya sudah terbaca
oleh guru penjaga itu dan dia pun mendapat ceramah panjang lebar. “Untung aku
ngga nyontek” ucapku dalam hati. Pelajaran ke dua pun berjalan tentram tanpa
ada satu pun siswa yang menyontek.
Setelah
UTS hari kedua ini selesai aku meninggalkan kelas, aku dan teman-temanku
berkumpul di depan kelas itu. Kita membahas tentang temanku yang tadi sempat
tertangkap basah ingin menyontek. “Wah
untung aku tadi ngga ketahuan waktu nyontek” kata salah satu temanku “iya bener
tadi aku juga sempet nyontenk tapi juga ngga ketahuan” jawab temanku yang lain.
Kami pun mulai berbicara hal hal yang jauh dari bahasan tadi, sampai
pembicaraan ke model baju, film-film terbaru, dan masih banyak lagi. Setelah
cukup lama mengobrol kita pun memutuskan
untuk pulang.
Tidak
terasa satu minggu berlalu akhirnya UTS pun selesai, kami pun memulai pelajaran
seperti biasa, masuk pagi pulang sore. Tidak seperti UTS masuk pagi pulang juga
masih pagi, karena UTS nya cuma sebentar.
Keesokan
hari nya nilai UTS kami pun telah terpampang dipapan pengumuman di depan kelas
masing masing. Ternyata nilai UTS ku yang aku sempat menyontek hasilnya lebih
rendah dari pada nilai UTS ku yang lain. Sekarang aku sadar kalu menyontek itu
tidak selamanya berakhir indah, kadang menyontek juga membuat kita lebih buruk.
Aku pun menekankan pada diri sendiri kalu mulai sekarang tidak boleh meyontek lagi.

