Rabu, 15 Mei 2013


Semangat Persahabatan


Kenalin nama aku Clara. Aku masih duduk di bangku kelas satu SMA. Aku mempunyai 2 orang sahabat ia bernama Chika namun aku seiring memanggil Chika dengan sebutan cacing, karna dia itu bener bener ngga bisa diem, persis kaya cacing kepanasan. Kita itu sering disebut "Ce Kuadrat" [C]lara dan [C]hika. Hari-hariku selalu penuh dengan canda dan tawa bersamanya.
Hari kamis pun tiba saatnya aku sekolah dengan giat. Aku pun segera bangun dari tempat tidurku.
“Hooaam.. pagi yang sangat cerah” kata ku sambil menguap
“Clara ayo bangun ini sudah jam lima lebih, kamu bangun terlambat lagi?” ujar ibu
“iya bu iya,” jawabku sambil berjalan keluar kamar
Aku pun segera mandi dan setelah itu langsung sarapan .

          Dengan terburu buru aku langsung pergi ke depan rumah karna ada seseorang yang memanggil manggil namaku, ternyata aku sudah dijemput oleh sahabatku yaitu Chika.
“Clara buruan, nanti kita telat nih” ujar Chika
"Iya iya, santai aja cing"
"Cing cing, stop panggil gue cacing" ucap Chika bawel

          Aku dan chika pun segera berangkat sekolah. dengan tergesa gesa Chika langung menginjak gas mobilnya. Wuuusss... sampai deh disekolah. Bell sekolah pun sudah berbunyi. kami berdua pun duduk, untuk mengikuti pelajaran. Tiba-tiba ada seoarang cewek yang masuk keruang kelas kami.

          “Oh iya anak-anak kita kedatangan tamu dari panitia lomba membuat cerpen. ibu bacakan pengumuman yaa” kata bu guru
“iya bu…” seru murid-muridnya
“ini ada lomba membuat cerpen tingkat kota yang diselenggarakan pada hari minggu 02 april 2013, tempatnya di SMP 2 JAKARTA jika ada yang mau ikut lomba ini, segera mendafatarkan diri ke kak Nita itu panitia lomba membuat cerpen” kata bu guru
          Aku sangat antusias untuk mengikuti lomba itu.
“kak aku mau ikutan lomba membuat cerpen” ujarku dengan semangat
“baik… nama adek siapa, kelas berapa dan umurnya berapa?” kata kak Nita dengan suara yang sangat lembut
“namaku Clara Indria, aku kelas satu SMA, umurku 16 tahun kak, oh iya kak berarti lombanya tinggal 2 hari lagi ya?” ujarku penuh semangat membara
“iya dek, lombanya tinggal 2 hari lagi” jawab kakak nita
“apakah ada yang mau ikut lagi, selain Clara?” Tanya bu guru
“Tidak ada bu…” seru para murid

          Bell pulang sekolah pun telah berbunyi.
Saat di perjalanan mau pulang chika bertanya kepada ku.
“Ra kamu benar mau ikut lomba membuat cerpen?” Tanya chika
“iya aku mau ikut lomba membuat cerpen, emang kenapa cing?” jawab chika
“gapapa sih cuma tanya aja… nanti waktu kamu lomba aku pasti bakal datang deh. Buat nyemangatin kamu hehe…” kata chika
“makasih ya chika. Kamu memang sahabat aku yang paling oke deh” ujar ku sambil memeluk Chika

Keesokan harinya. aku dan chika main sore disebuah taman
“chika aku udah buat cerpen nih… judulnya SAHABAT SELAMANYA, ini aku ambil dari cerita persahabatan kita sejak SMP, tapi bagus nggak ya chik?” tanya ku dengan wajah pesimis
“coba aku lihat ceritanya… tapi dari judulnya si udah bagus. kayaknya isinya juga bagus deh” kata chika
Setelah chika membaca cerpen buatanku tiba tiba .......
“wahh… Raaa kamu hebat, kamu bisa buat cerpen sebagus ini” ujar chika
“makasih atas pujiannya cing. Tapi apa benar cerpen buatanku bagus?” tanya ku dengan wajah heran melihat chika yang senang saat membaca cerpenku
“iya benar masa aku bohong sama kamu hehe…” ujar chika
“hufftt… besok lombanyaa. tapi aku kok jadi takut gini ya chik” ujarku cemas
“nggak usah takut, kamu harus tetap semangat jangan putus asa oke… besokkan ada aku buat nyemangatin kamu… ” ujar chika
“oke deh… makasih ya chik, kamu udah nyemangatin aku”
“iya sama-sama Ra” kata chika

          Disisi lain Chika sangat ingin mengikuti lomba ini, dia sangat ingin menjadi penulis cerpen atau novel. tapi dia selalu menjaga perasaan Clara, karna Clara adalah sahabatnya. Selalu berusaha bahagia demi sahabat itu yang selalu Chika tanam dalam hatinya.

          Keesokan harinya, perlombaan pun hampir dimulai
“heyy… Clara semangat ya!!! Semoga kamu menjadi juara oke” kata chika
“oke chik… doa’in aja biar aku jadi juara ya” kata ku
“eh tuh… lombanya udah mau dimulai kesana gih. Semangat Ra semangat Ganbatte Kudasai !!!” ujar chika
“ya udah aku kesana dulu cing” ujarku dengan wajah pesimis
“Semangat!!!” seru Chika

          Dan perlombaan pun telah selesai. Saatnya para juri mengumumkan siapa pemenang dari perlombaan membuat cerpen.

          "Aku sebenernya pengen ikut lomba ini" ucap Chika sambil berbisik
tanpa sengaja Aku mendengar ucapan Chika itu, tetapi aku tetap berpura pura tidak tau, bukannya aku egois, tetapi aku tau kalau Chika memang ingin aku senang. Kami selalu berusaha selalu menjaga perasaan satu sama lain, walaupun harus menyakiti perasaan sendiri.

"Ra pasti kamu menang !!" ucap Chika menyemangatiku
"Semogaa" jawab ku singkat

Dan setelah beberapa lama menunggu .....
“Inilah saat-saat yang kita tunggu yaitu mengumumkan siapa pemenang dari perlombaan ini” kata juri
“Dan pemenang juara pertama adalah… Clara Indriana… cerpen yang berjudul SAHABAT SELAMANYA” ujar sang juri dengan suara yang seru
“horee… aku menang” ujar ku sambil teriak teriak gak jelas
“Clara kamu hebat, selamat ya sahabatku…” ujar chika
“makasih ya chika… makasih juga atas dukunganmu selama ini. Kamu emang sahabat aku yang paling setia hehehe…” kata ku sambil memeluk sahabatku ini.
“Iya sama-sama Raa. Oh iya walupun kamu sudah menjadi juara, kamu tidak boleh sombong ya inget Ce kuadrat” kata chika sambil tersenyum pada ku
“pasti chik, aku akan selalu tetap menjadi Clara yang selalu ceria dan tidak pernah sombong” ucap ku senang.

          Aku tau pasti Chika juga ingin berada di posisiku, tapi inilah persahabatan "Selalu Bahagia Untuk Sahabatnya" Aku pun pergi ke atas panggung dan menerima piala untuk juara Penulis Cerpen dan aku mempersembahkan piala ini untuk sahabatku tercinta "Chika Wiguna" :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar