Semangat Persahabatan
Kenalin nama aku Clara. Aku masih duduk di
bangku kelas satu SMA. Aku mempunyai 2 orang sahabat ia bernama Chika namun aku
seiring memanggil Chika dengan sebutan cacing, karna dia itu bener bener ngga
bisa diem, persis kaya cacing kepanasan. Kita itu sering disebut "Ce
Kuadrat" [C]lara dan [C]hika. Hari-hariku selalu penuh dengan canda dan
tawa bersamanya.
Hari kamis pun tiba saatnya aku sekolah dengan giat. Aku pun
segera bangun dari tempat tidurku.
“Hooaam.. pagi yang sangat cerah”
kata ku sambil menguap
“Clara ayo bangun ini sudah jam lima
lebih, kamu bangun terlambat lagi?” ujar ibu
“iya bu iya,” jawabku sambil berjalan
keluar kamar
Aku pun segera mandi dan setelah itu
langsung sarapan .
Dengan terburu buru aku langsung
pergi ke depan rumah karna ada seseorang yang memanggil manggil namaku,
ternyata aku sudah dijemput oleh sahabatku yaitu Chika.
“Clara buruan, nanti kita telat nih”
ujar Chika
"Iya iya, santai aja cing"
"Cing cing, stop panggil gue
cacing" ucap Chika bawel
Aku dan chika pun
segera berangkat sekolah. dengan tergesa gesa Chika langung menginjak gas
mobilnya. Wuuusss... sampai deh disekolah. Bell
sekolah pun sudah berbunyi. kami berdua pun duduk, untuk mengikuti pelajaran.
Tiba-tiba ada seoarang cewek yang masuk keruang kelas kami.
“Oh iya anak-anak kita kedatangan tamu dari panitia lomba
membuat cerpen. ibu bacakan pengumuman yaa” kata bu guru
“iya bu…” seru murid-muridnya
“ini ada lomba membuat cerpen tingkat
kota yang diselenggarakan pada hari minggu 02 april 2013, tempatnya di SMP 2
JAKARTA jika ada yang mau ikut lomba ini, segera mendafatarkan diri ke kak Nita
itu panitia lomba membuat cerpen” kata bu guru
Aku sangat
antusias untuk mengikuti lomba itu.
“kak aku mau ikutan lomba membuat
cerpen” ujarku dengan semangat
“baik… nama adek siapa, kelas berapa
dan umurnya berapa?” kata kak Nita dengan suara yang sangat lembut
“namaku Clara Indria, aku kelas satu
SMA, umurku 16 tahun kak, oh iya kak berarti lombanya tinggal 2 hari lagi ya?”
ujarku penuh semangat membara
“iya dek, lombanya tinggal 2 hari
lagi” jawab kakak nita
“apakah ada yang mau ikut lagi,
selain Clara?” Tanya bu guru
“Tidak ada bu…” seru para murid
Bell pulang
sekolah pun telah berbunyi.
Saat di perjalanan mau pulang chika
bertanya kepada ku.
“Ra kamu benar mau ikut lomba membuat
cerpen?” Tanya chika
“iya aku mau ikut lomba membuat
cerpen, emang kenapa cing?” jawab chika
“gapapa sih cuma tanya aja… nanti
waktu kamu lomba aku pasti bakal datang deh. Buat nyemangatin kamu hehe…” kata
chika
“makasih ya chika. Kamu memang
sahabat aku yang paling oke deh” ujar ku sambil memeluk Chika
Keesokan harinya. aku dan chika main sore disebuah taman
“chika aku udah buat cerpen nih…
judulnya SAHABAT SELAMANYA, ini aku ambil dari cerita persahabatan kita sejak
SMP, tapi bagus nggak ya chik?” tanya ku dengan wajah pesimis
“coba aku lihat ceritanya… tapi dari
judulnya si udah bagus. kayaknya isinya juga bagus deh” kata chika
Setelah chika membaca cerpen buatanku
tiba tiba .......
“wahh… Raaa kamu hebat, kamu bisa
buat cerpen sebagus ini” ujar chika
“makasih atas pujiannya cing. Tapi
apa benar cerpen buatanku bagus?” tanya ku dengan wajah heran melihat chika
yang senang saat membaca cerpenku
“iya benar masa aku bohong sama kamu
hehe…” ujar chika
“hufftt… besok lombanyaa. tapi aku
kok jadi takut gini ya chik” ujarku cemas
“nggak usah takut, kamu harus tetap
semangat jangan putus asa oke… besokkan ada aku buat nyemangatin kamu… ” ujar
chika
“oke deh… makasih ya chik, kamu udah
nyemangatin aku”
“iya sama-sama Ra” kata chika
Disisi lain Chika sangat ingin mengikuti lomba ini,
dia sangat ingin menjadi penulis cerpen atau novel. tapi dia selalu menjaga
perasaan Clara, karna Clara adalah sahabatnya. Selalu berusaha bahagia demi
sahabat itu yang selalu Chika tanam dalam hatinya.
Keesokan harinya, perlombaan pun hampir dimulai
“heyy… Clara semangat ya!!! Semoga
kamu menjadi juara oke” kata chika
“oke chik… doa’in aja biar aku jadi
juara ya” kata ku
“eh tuh… lombanya udah mau dimulai
kesana gih. Semangat Ra semangat Ganbatte Kudasai !!!” ujar chika
“ya udah aku kesana dulu cing” ujarku
dengan wajah pesimis
“Semangat!!!” seru Chika
Dan perlombaan pun telah selesai. Saatnya para juri
mengumumkan siapa pemenang dari perlombaan membuat cerpen.
"Aku sebenernya pengen ikut lomba ini" ucap Chika
sambil berbisik
tanpa sengaja Aku mendengar ucapan
Chika itu, tetapi aku tetap berpura pura tidak tau, bukannya aku egois, tetapi
aku tau kalau Chika memang ingin aku senang. Kami selalu berusaha selalu menjaga
perasaan satu sama lain, walaupun harus menyakiti perasaan sendiri.
"Ra pasti kamu menang !!" ucap Chika menyemangatiku
"Semogaa" jawab ku singkat
Dan
setelah beberapa lama menunggu .....
“Inilah saat-saat yang kita tunggu yaitu mengumumkan siapa
pemenang dari perlombaan ini” kata juri
“Dan pemenang juara pertama adalah…
Clara Indriana… cerpen yang berjudul SAHABAT SELAMANYA” ujar sang juri dengan
suara yang seru
“horee… aku menang” ujar ku sambil
teriak teriak gak jelas
“Clara kamu hebat, selamat ya
sahabatku…” ujar chika
“makasih ya chika… makasih juga atas
dukunganmu selama ini. Kamu emang sahabat aku yang paling setia hehehe…” kata
ku sambil memeluk sahabatku ini.
“Iya sama-sama Raa. Oh iya walupun
kamu sudah menjadi juara, kamu tidak boleh sombong ya inget Ce kuadrat” kata
chika sambil tersenyum pada ku
“pasti chik, aku akan selalu tetap
menjadi Clara yang selalu ceria dan tidak pernah sombong” ucap ku senang.
Aku tau pasti
Chika juga ingin berada di posisiku, tapi inilah persahabatan "Selalu
Bahagia Untuk Sahabatnya" Aku pun pergi ke atas panggung dan menerima
piala untuk juara Penulis Cerpen dan aku mempersembahkan piala ini untuk
sahabatku tercinta "Chika Wiguna" :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar